SMA NEGERI 2 AMBARAWA
JL.GATOT SUBROTO NO.46 KUPANG LOR
AMBARAWA
Kelas :
XI IPA3
Semester/Tahun :
II/2011-2012
Waktu Pelaksanaan :
Selasa, 13 Maret 2012
Alokasi Waktu :
1 X 45 menit
Tempat :
Ruang Kelas XI IPA3
Layanan/Bidang Bimbingan : Penguasaan konten/Bimbingan Belajar
Judul/Spesifikasi Layanan : Mengatasi ngantuk saat belajar
Fungsi Layanan :
Pengembangan
A. Tujuan Khusus :
Siswa dapat menghilangkan kebiasaan mengantuk saat belajar
B. Materi Layanan :
Terlampir
C. Metode :
Ceramah dan permainan
D. Kegiatan Awal :
- Guru mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran siswa.
- Guru menciptakan kondisi kelas yang kondusif sebelum memulai melaksanakan kegiatan bimbingan
- Guru melakukan kegiatan apersepsi
- Guru menyampaikan topik dan tujuan yang akan dibahas pada pertemuan ini
Kegiatan Inti
1. Eksplorasi
·
Guru
memberikan materi yang akan dibahas
·
Guru
menjelaskan tentang pedoman peermainan
2. Elaborasi
·
Siswa
mengikuti pedoman permainan dan melakukan permainan untuk mengatasi ngantuk
·
Siswa
mengungkapkan alasannya sering mengantuk dan manfaat permainan
3. Konfirmasi
·
Guru
memberikan umpan balik mengenai materi yang yang telah disampaikan
·
Guru
memberikan motivasi pada siswa dalam rangka meningkatkan kualitas belajar tanpa
diganggu rasa ngantuk
Kegiatan Akhir
- Guru memberikan kesimpulan dari hasil diskusi siswa
- Guru memberikan harapan terhadap materi layanan yang telah diberikan
E. Alat dan Media :
LCD dan alat tulis
F. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut
Penilaian Proses :
- Guru mengamati perhatian, respon
dan aktivitas siswa saat kegiatan layanan berlangsung
Penilaian Hasil
• Penilaian Laiseg
Menilai berapa banyak siswa yang
berhasil mengatasi rasa ngantuk dalam permainan?
• Penilaian Laijapen
Memantau perkembangan siswa
berkaitan dengan sikapnya saat mengikuti pelajaran dikelas, masihkah ada yang
sering mengantuk?
• Penilaian Laijapang
Melakukan interview kepada siswa
mengenai keberhasilannya dalam menangani rasa malas dan ngantuk saat belajar
G. Sumber : http://portalnlp.com/tip-mengatasi-rasa-kantuk-saat-belajar/
http://bthebest.wordpress.com/2007/08/22/menghilangkan-rasa-kantuk-saat-belajar/
H. Biaya :
Rp 10.000 (untuk fotokopi materi)
Salatiga, 29 Februari 2012
Mengetahui
Kepala Sekolah Perencana Layanan
____________________________
Lampiran 1
MATERI LAYANAN
Terserang kantuk
saat belajar (membaca) merupakan hal yang sangat umum dialami oleh banyak
orang.
Belajar dalam
kondisi kurang tidur akan membawa rasa kantuk yang luar biasa. Kantuk karena
kurang tidur itu wajar, tetapi kantuk karena cukup tidur, atau bahkan kelebihan
tidur itu tidak wajar.
Sebab, tubuh
kita hanya menuntut istirahat tidur minimal enam jam dalam dua puluh empat jam
(sehari). Artinya tubuh kita sehat dengan tidur enam jam sehari. Maka apa bila
kita tidur masih melebihi itu sebenarnya sebuah tindakan yang kurang ada
manfaatnya bagi kesehatan tubuh.
Jika ada
seseorang yang kantuk dan terus tidur karena jam tidurnya kurang dari enam jam
itu wajar. Namun jika ada seseorang yang jam tidurnya sudah enam jam, tapi
masih kantuk dan langsung tidur itu adalah godaan setan yang terkutuk.
Tips yang
“langsung” dapat dilakukan adalah :
1. Tariklah napas dalam dan pelan
melalui hidung, kemudian lepaskan napas pelan melalui mulut. Lakukan pernapasan
ini 3 kali. Kemudian …
2. Menarik napas dalam dan pelan lewat
mulut, kemudian lepaskan napas pelan lewat hidung. Lakukan pernapasan ini 3
kali. Kemudian …
3. Menarik napas lewat hidung secara
dalam dan pelan, kemudian lepaskan napas lewat hidung pelan. Lakukan pernapasan
ini 3 kali.
Ketiga tips
diatas adalah tips ‘langsung’ yang kita lakukan ketika tiba – tiba kita
diserang kantuk. Namun umumnya ‘penyakit’ ngantuk dan malas ini umumnya sudah
menjadi penyakit kambuhan, yang selalu ‘menyerang’ dalam kegiatan kita sehari –
hari. Di bawah ini dituliskan tips – tips yang perlu anda ‘lakukan’ agar
‘penyakit’ kambuhan ini dalam hilang secara berangsur – angsur dan efektifitas
anda baik dalam bekerja ataupun belajar sehari – hari dapat bertambah.
Tips – tips itu
adalah :
1. Atur pola makan.
Syaraf otak
(neuron) dalam menjalankan tugas rutinnya sangat membutuhkan energi yang
sumbernya dari makanan yang kita konsumsi. Jenis dan kualitas makanan yang kita
konsumsi berpengaruh terhadap kinerja otak (pikiran). Maka aturlah pola makan
dengan makanan yang mudah dicerna sehingga suplay energi tidak telat. Bila kita
mengkonsumsi makanan yang berat, terlalu berserat yang sulit dicerna, energi
habis untuk mencerna bahan makanan, suplay energi ke syaraf bekurang sehingga
kantuk datang menyerang (contohnya makan kangkung).
2. Asosiasikan/bayangkan apa yang
diharapkan dari kegiatan bekerja atau belajar itu.
Misalkan :
pendapatan (uang) yang tinggi atau skor yang tinggi misalnya. Tidak cukup hanya
membayangkan, tapi harus diikuti oleh keinginan yang kuat untuk mendapatkannya.
Tanpa keinginan yang kuat, emosi yang “membara” untuk memperolehnya, maka akan
mudah terserang rasa kantuk. Sebab, salah satu hukum pikiran mengatakan bahwa
“pikiran akan memberi apa yang diinginkan pemiliknya”. Bila pemiliknya meminta
setengah hati, pikiran akan memberikan setengah hati pula. Artinya, pada saat
kantuk dating dan karenan niatnya setengah hati, maka pikiran lantas welcome to
kantuk!
3. Programlah pikiran bawah sadar Anda
dengan cara self talk (bicara pada diri sendiri, membatin terus).
Salah satu cara
untuk membuat program dalam pikiran bawah sadar adalah dengan cara self talk
secara persisten. Self talk yang harus dilakukan adalah “Saya tidak akan tidur
waktu bekerja” atau “Saya selalu terjaga dalam belajar!”. Lakukan sesering
mungkin dan seintens mungkin hingga benar-benar menjadi bagian dalam pikiran
bawah sadar. Bagian inilah nanti yang akan mengingatkan dengan keras saat Anda
mulai terkantuk-kantuk. Bagian ini yang nanti akan “protes” bila Anda mulai
berpihak pada rasa kantuk.
4. Aturlah posisi duduk siap untuk
bekerja atau belajar.
Jangan sambil
duduk bersandar/kepala disandarkan. Jangan pula sambil tiduran. Posisi duduk
berpengaruh terhadap datangnya rasa kantuk. Kenapa posisi duduk berpengaruh
terhadap datangnya kantuk? Posisi atu gerak tubuh mempengaruhi kondisi pikiran.
Bila Anda duduk bersandar, kondisi pikiran terbawa bada kondisi rileks, atau
kondisi siap untuk ngantuk/tidur.
5. Patahkan pola kantuk Anda.
Kantuk itu ada
polanya. Meskipun pada saat kantuk datang pikiran bawah sadar segera
mengingatkan untuk selalu terjaga, namun bila tidak ada keberanian dari Anda
untuk mematahkan pola kantuk, maka rasa kantuklah yang menang. Bablas tidur…!
Salah satu
caranya adalah begini. Begitu rasa kantuk datang, sudah mulai menguap, jangan
lanjutkan dengan duduk bersandar. Cari aktifitas jeda, aktifitas pemutus agar
kantuk terusir. Caranya macam-macam: bisa berdiri dan lakukan gerakan-gerakan
ringan, seperti jalan-jalan sebentar, bikin kopi, atau jalan-jalan kecil di
ruangan sekedar manyapa teman dan refresing. Hasilnya, tidak akan ngantuk lagi.
6. Yang juga cukup penting adalah :
Tehnik mematahkan pola (pikir dan kebiasaan).
Sebab, hampir
semua inovasi, penemuan baru, dan hal-hal yang berkaitan dengan kreativitas,
diawali dengan keberanian “mematahkan” pola lama, dan mengantinya dengan pola
baru. Adalah tidak mungkin ingin mendapatkan sesuatu yang baru, tetapi masih
dengan cara (pola) pikir lama. Demikian halnya dengan pola kantuk yang pada
akhirnya (hasilnya) tidur, maka sebelum kebablasan tidur, maka polanya harus
diputus.
Tips – tips ini
masih subjektif sifatnya. Artinya masih perlu banyak bukti tentang
efektifitasnya. Namun, hemat saya, keberhasilan tip ini sangat tergantung pada
sejauh mana Anda benar-benar mau membuang rasa kantuk setiap kali Anda
terserang. Semakin kuat keinginan Anda untuk benar-benar mengalahkan kantuk,
Anda akan berhasil. Selamat mencoba.
Lampiran 2
Pedoman Permainan
- Mula-mula guru mambacakan cerita/bercerita mengenai keadaan sekolah, disela-sela cerita guru menyebutkan salah satu nama siswa, kemudian siswa yang disebutkan namanya harus melanjutkan cerita dari guru dengan menyisipkan 1 nama temannya lagi yang harus kembali melanjutkan cerita, sambil menunggu giliran namanya disebut siswa tidak boleh mengantuk, siswa yang mengantuk pasti akan kebingungan dalam melanjutkan cerita dari temannya.
Lampiran 3
Pedoman Observasi
Aspek yang diamati Jumlah : 40 siswa
Siswa yang mengobrol saat materi disampaikan : 3 siswa
Siswa yang bertanya :
2 siswa
Siswa yang tidak mampu menjelaskan pedoman permainan:
1 siswa
Siswa yang mengikuti permainan : 40 siswa
Siswa yang belum berhasil mengikuti permainan: 5 siswa
LAPORAN PELAKSANAAN LAYANAN
BIMBINGAN BELAJAR
Judul/Spesifikasi Layanan : Mengatasi mengatuk saat belajar
Kelas :
XI IPA3 SMA Negeri 2 Ambarawa
Waktu Pelaksanaan :
Selasa, 13 Maret 2012
Hasil :
Saat kegiatan awal semua siswa terlihat antusias dalam
mengikuti pelajaran, hanya saja ada 5 siswa yang terlihat mengantuk memangkukan
tangan.
Siswa mengikuti permainan dengan penuh konsentrasi,
ada 3 siswa yanng masih mengantuk terkena hukuman dalam permainan tersebut.
Beberapa siswa mengungkapkan manfaat dan kesannya
terhadap permainan dan kegiatan layanan.
Siswa terlihat sudah mampu mengatasi gangguan
mengantuknya.

2 komentar:
bagus..sudah saya nilai
trimakasih bu,.
Posting Komentar